Rahasia Keberkahan Rezeki dalam Islam: Perspektif Tafsir Al-Qur’an

·

·

Pendahuluan

Setiap manusia pasti mendambakan rezeki yang banyak, cukup, dan membawa kebahagiaan. Namun, Islam mengajarkan bahwa rezeki yang berkah jauh lebih utama daripada sekadar rezeki yang melimpah. Banyak harta tidak selalu berarti bahagia, sementara rezeki yang penuh keberkahan mampu menghadirkan ketenangan hati dan kemudahan dalam hidup.

Melalui kajian tafsir Al-Qur’an, kita akan menemukan bahwa keberkahan rezeki bukan hanya tentang uang, tapi tentang nilai, manfaat, dan ketentraman batin yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa.


1. Makna Keberkahan Rezeki Menurut Al-Qur’an

Kata barakah dalam bahasa Arab berarti bertambah dan berkembang dalam kebaikan.
Artinya, rezeki yang berkah adalah rezeki yang:

  • Meskipun sedikit, mencukupi semua kebutuhan.
  • Membawa ketenangan, bukan kegelisahan.
  • Dipergunakan untuk hal-hal baik dan bermanfaat.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”
QS. Al-A’raf: 96

Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan rezeki datang dari iman dan takwa, bukan semata dari kerja keras atau kecerdikan manusia.


2. Rezeki Tidak Hanya Berupa Uang

Dalam pandangan Islam, rezeki bukan hanya tentang materi.
Allah memberikan rezeki dalam berbagai bentuk:

  • Kesehatan yang membuat kita bisa bekerja dan beribadah.
  • Ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan.
  • Teman baik dan keluarga harmonis.
  • Kesempatan berbuat kebaikan.

“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
QS. Hud: 6

Artinya, setiap orang telah dijamin rezekinya — yang membedakan hanyalah bagaimana cara ia mendapatkannya dan menggunakannya.


3. Faktor yang Membuka Pintu Keberkahan Rezeki

💠 1. Takwa kepada Allah SWT

Takwa adalah kunci utama keberkahan.
Orang yang menjaga hubungan dengan Allah akan diberi jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
QS. At-Thalaq: 2–3

Takwa melahirkan kejujuran, amanah, dan rasa cukup — tiga hal yang membuat hidup lebih berkah.


💠 2. Rajin Bersedekah

Sedekah tidak mengurangi harta, justru menambah keberkahan dan membuka pintu rezeki baru.

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap tangkai ada seratus biji.”
QS. Al-Baqarah: 261

Mahasiswa bisa mempraktikkan ini dengan cara sederhana — misalnya membantu teman, berdonasi kecil, atau berbagi ilmu yang bermanfaat.


💠 3. Berdoa dan Bersyukur

Doa adalah permohonan, sedangkan syukur adalah pengakuan atas nikmat.
Dua-duanya menjadi magnet keberkahan.

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
QS. Ibrahim: 7

Orang yang bersyukur tidak mudah mengeluh, dan Allah akan menambah nikmatnya dengan cara yang tidak disangka-sangka.


💠 4. Mencari Rezeki dengan Cara Halal

Rezeki yang halal membawa ketenangan, sedangkan yang haram justru merusak keberkahan hidup.

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.”
QS. Al-Baqarah: 168

Mahasiswa dan pekerja muda harus berhati-hati dalam memilih pekerjaan atau sumber pendapatan agar tidak melanggar nilai-nilai Islam.


4. Ciri-Ciri Rezeki yang Berkah

  1. Membawa ketenangan hati, bukan kecemasan.
  2. Menumbuhkan rasa syukur dan kebaikan.
  3. Digunakan untuk amal dan membantu orang lain.
  4. Tidak membuat sombong, tapi semakin tawadhu.
  5. Mendekatkan diri kepada Allah, bukan menjauhkan.

Jika rezeki membuat seseorang semakin dermawan dan rendah hati, itulah tanda keberkahan yang sesungguhnya.


5. Cara Mahasiswa Menjemput Rezeki Berkah

Sebagai generasi muda, mahasiswa perlu menanamkan prinsip mencari rezeki yang bukan hanya halal, tapi juga penuh keberkahan.
Beberapa langkah sederhana:

  • Belajar dengan sungguh-sungguh dan niat ibadah.
  • Tidak malas dan selalu menghargai waktu.
  • Membantu teman tanpa pamrih.
  • Menjaga kejujuran dalam setiap tindakan.

Rezeki bukan hanya soal hasil, tapi juga tentang niat dan cara mencapainya.
Jika niatnya karena Allah, sekecil apa pun hasilnya akan membawa berkah besar.


Kesimpulan

Keberkahan rezeki bukan diukur dari seberapa banyak yang kita punya, tapi dari seberapa besar manfaat dan ketenangan yang kita rasakan.
Melalui tafsir Al-Qur’an, kita belajar bahwa rezeki yang berkah adalah hasil dari iman, takwa, kejujuran, dan rasa syukur.

STAI Daqura mengajak mahasiswa untuk selalu berusaha mencari rezeki yang halal dan penuh keberkahan — baik melalui ilmu, pekerjaan, maupun amal kebaikan.
Karena sesungguhnya, rezeki yang berkah akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *