Kisah Inspiratif Alumni STAI Daqura yang Berhasil Jadi Tokoh Masyarakat

·

·

Pendahuluan

Di balik setiap kampus besar, selalu ada kisah inspiratif dari para alumninya. Mereka bukan hanya menjadi cermin keberhasilan akademik, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan Islam mampu melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Begitu pula dengan para alumni STAI Daqura, yang kini berkiprah di berbagai bidang: dari pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemerintahan.

Artikel ini akan mengangkat beberapa kisah nyata dan pelajaran berharga dari alumni STAI Daqura yang sukses menjadi tokoh masyarakat — sosok yang menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berbuat baik.


1. Dari Mahasiswa Biasa Menjadi Pemimpin Desa yang Amanah

Salah satu kisah datang dari Ahmad Rafiuddin, alumni jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan pertama.
Setelah lulus, ia pulang ke kampung halamannya di daerah pesisir dan aktif mengajar anak-anak mengaji di mushola setempat. Dedikasinya membuat masyarakat mempercayainya untuk menjadi kepala desa.

Kini, di bawah kepemimpinannya, desa tersebut tidak hanya memiliki program tahsin Al-Qur’an untuk remaja, tetapi juga koperasi syariah desa yang membantu perekonomian warga.

“Ilmu yang saya pelajari di STAI Daqura bukan hanya teori, tapi panduan hidup. Pemimpin harus menjadi teladan, bukan sekadar memerintah.”
Ahmad Rafiuddin


2. Alumni Dakwah yang Menyentuh Hati Generasi Muda

Nurul Khairani, lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah kreatif.
Dengan gaya yang lembut dan bahasa yang mudah dipahami, konten dakwahnya di TikTok dan Instagram kini diikuti puluhan ribu pengguna.

Ia percaya bahwa dakwah harus menyesuaikan zaman tanpa kehilangan esensi.
Melalui pendekatan modern dan santun, Nurul berhasil menjangkau anak muda yang sebelumnya jauh dari kajian agama.

“Dakwah itu bukan menghakimi, tapi mengajak dengan kasih sayang. Kampus mengajarkan saya cara berdialog dengan hati.”
Nurul Khairani


3. Menjadi Penggerak Pendidikan Islam di Daerah Terpencil

Kisah lain datang dari Ustadz Rahman Syafei, alumni jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Setelah lulus, ia memilih mengabdikan diri di daerah terpencil di Kalimantan.
Dengan semangat tinggi, ia mendirikan Madrasah Al-Hikmah yang kini memiliki lebih dari 200 murid.

Rahman tidak hanya mendirikan sekolah, tapi juga melatih para guru agar memahami manajemen pendidikan Islami.
Madrasahnya bahkan pernah mendapat penghargaan dari Kemenag setempat sebagai Lembaga Pendidikan Inovatif 2024.

“Saya belajar di STAI Daqura bahwa pendidikan bukan soal tempat, tapi soal niat dan pengabdian.”
Ustadz Rahman Syafei


4. Berbisnis dengan Prinsip Syariah dan Kejujuran

Tidak semua alumni bekerja di bidang dakwah atau pendidikan.
Siti Aisyah, lulusan Ekonomi Syariah, kini sukses mengelola usaha fashion muslimah yang menjunjung nilai kejujuran dan keadilan dalam setiap transaksi.

Ia menerapkan konsep halal business model, memastikan produknya ramah lingkungan dan tenaga kerjanya diperlakukan dengan adil.
Bisnisnya berkembang pesat, dan kini ia aktif menjadi mentor bagi mahasiswa STAI Daqura yang tertarik berwirausaha syariah.

“Keuntungan itu penting, tapi keberkahan jauh lebih berarti.”
Siti Aisyah


5. Menginspirasi Lewat Kiprah Sosial dan Dakwah Lapangan

Alumni lainnya, Ustadz Fikri Maulana, memilih jalur dakwah lapangan.
Ia mendirikan komunitas pemuda hijrah yang aktif mengadakan kegiatan sosial: membersihkan masjid, membantu korban bencana, hingga pengajian rutin di jalanan kota.

Dengan gaya santai namun tegas, Fikri mampu menyentuh hati banyak remaja yang sebelumnya tidak aktif di kegiatan keagamaan.

“Saya tidak ingin berdakwah di menara gading. Saya ingin turun ke jalan, menyapa mereka yang mencari arah.”
Ustadz Fikri Maulana


Pelajaran dari Para Alumni

Dari berbagai kisah di atas, kita bisa mengambil satu benang merah:
pendidikan Islam bukan sekadar menambah ilmu, tetapi membentuk karakter.

Para alumni STAI Daqura membuktikan bahwa ilmu yang berlandaskan iman akan melahirkan amal yang bermanfaat bagi umat.
Mereka menjadi sosok nyata dari semboyan kampus: “Ilmu, Iman, dan Pengabdian untuk Negeri.”


Kesimpulan

Kisah para alumni STAI Daqura adalah bukti bahwa kampus Islam mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berakhlak, dan inspiratif.
Mereka hadir bukan hanya sebagai pekerja atau akademisi, tapi sebagai teladan masyarakat yang membawa cahaya Islam di setiap langkah.

Bagi mahasiswa STAI Daqura hari ini, semoga kisah ini menjadi motivasi untuk terus berjuang, belajar dengan niat ikhlas, dan berkarya dengan nilai-nilai Islam.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *