Pendahuluan
Menjadi mahasiswa berarti menjalani hari-hari yang sibuk: kuliah, tugas, organisasi, hingga pekerjaan sampingan. Dalam kesibukan itu, sering kali amalan-amalan sunnah yang sederhana namun bernilai besar di sisi Allah terlupakan begitu saja.
Padahal, amalan sunnah harian bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga cara menjaga hati, menenangkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah rutinitas yang padat.
Melalui artikel ini, STAI Daqura mengingatkan kita semua — khususnya mahasiswa Muslim — untuk kembali menghidupkan amalan kecil yang berdampak besar.
1. Membaca Doa Pagi dan Petang
Amalan pertama yang sering dilupakan adalah dzikir pagi dan petang.
Padahal, Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya mengingat Allah di waktu-waktu tersebut sebagai benteng perlindungan dari kesedihan dan kejahatan.
“Barang siapa membaca dzikir pagi dan petang, maka ia akan dilindungi dari keburukan hingga pagi atau sore berikutnya.”
— HR. Abu Dawud
Cukup dengan lima hingga sepuluh menit sebelum beraktivitas dan menjelang malam, mahasiswa bisa mendapatkan ketenangan batin dan kekuatan spiritual yang luar biasa.
2. Shalat Dhuha: Kunci Rezeki dan Ketenangan
Di antara waktu-waktu sibuk kuliah, jarang ada yang menyempatkan diri untuk shalat dhuha.
Padahal, ini adalah salah satu sunnah yang dijanjikan pahala besar dan bahkan disebut sebagai pengganti sedekah untuk seluruh persendian tubuh.
Waktu dhuha antara pukul 07.00 hingga menjelang dzuhur sangat fleksibel — bisa dilakukan di sela jadwal kuliah.
Cukup dua rakaat dengan niat ikhlas, insya Allah menjadi pintu rezeki dan ketenangan hati.
“Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan setiap sendi itu wajib disedekahi. Shalat dhuha dua rakaat dapat menggantikan semua itu.”
— HR. Muslim
3. Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Banyak mahasiswa merasa sulit menyediakan waktu untuk tilawah karena tugas menumpuk. Namun, membaca Al-Qur’an meski satu halaman setiap hari jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.
Al-Qur’an adalah sumber ketenangan. Ia menjadi pengingat, penuntun, dan cahaya bagi siapa pun yang membacanya dengan hati.
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
— HR. Bukhari
Cobalah mulai dengan membaca satu ayat sebelum tidur atau setelah shalat subuh. Sedikit demi sedikit, konsistensi lebih penting daripada banyak tapi jarang.
4. Mengucap Salam dan Senyum kepada Sesama
Sunnah yang satu ini tampak sederhana, tapi sering terlupakan oleh mahasiswa modern.
Padahal, mengucap salam dan tersenyum adalah bentuk sedekah yang bisa menumbuhkan cinta dan ukhuwah di lingkungan kampus.
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya dengan wajah cerah ketika bertemu saudaramu.”
— HR. Muslim
Dalam kehidupan kampus, sikap ramah dan salam bisa menjadi dakwah tanpa kata.
Ia mempererat hubungan, menumbuhkan rasa hormat, dan mencerminkan keindahan akhlak Islam.
5. Menjaga Wudhu Sepanjang Hari
Wudhu bukan hanya syarat sah shalat, tapi juga perisai spiritual yang menjaga diri dari perbuatan buruk.
Mahasiswa yang menjaga wudhunya akan selalu dalam keadaan bersih, tenang, dan siap beribadah kapan saja.
“Barang siapa berwudhu dan menyempurnakannya, niscaya dihapus dosa-dosanya hingga ke bawah kukunya.”
— HR. Muslim
Biasakan untuk memperbarui wudhu setelah batal, meski tidak akan shalat segera.
Rasa ringan dan segar yang muncul adalah tanda keberkahan dari amalan sederhana ini.
6. Bersedekah Meskipun Sedikit
Tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah.
Mahasiswa bisa memulai dari hal kecil — seperti menyisihkan uang jajan seribu rupiah setiap hari untuk kotak amal, membantu teman yang kesulitan, atau sekadar mentraktir rekan belajar.
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
— HR. Muslim
Selain menumbuhkan empati, bersedekah juga melatih rasa cukup dan syukur.
Harta yang dikeluarkan karena Allah tidak akan hilang, melainkan diganti dengan keberkahan.
7. Membaca Istighfar dan Shalawat
Sibuk bukan alasan untuk lupa berzikir.
Cobalah mengganti waktu kosong — saat menunggu dosen, naik kendaraan, atau berjalan ke kelas — dengan membaca istighfar dan shalawat.
Zikir ringan ini membersihkan hati dari dosa kecil dan mendatangkan rahmat Allah.
“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan.”
— HR. Ahmad
Ketenangan yang dirasakan setelah berzikir adalah tanda kedekatan hati dengan Allah.
Kesimpulan
Amalan sunnah harian mungkin tampak kecil, tapi dampaknya luar biasa besar bagi kehidupan seorang Muslim.
Sebagai mahasiswa, menghidupkan amalan sunnah berarti menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, antara ilmu dan iman.
STAI Daqura mendorong seluruh mahasiswanya untuk kembali menghidupkan sunnah — karena keberkahan ilmu dan kehidupan berawal dari kedekatan kita dengan Allah SWT.

Leave a Reply