Pendahuluan
Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Dalam sejarahnya, negeri ini melahirkan banyak ulama dan cendekiawan Islam yang berperan penting dalam membangun peradaban, pendidikan, dan moral bangsa.
Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, banyak generasi muda yang mulai lupa pada jejak perjuangan para ulama. Padahal, kisah dan keteladanan mereka dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi milenial untuk tetap berpegang pada nilai Islam, sekaligus berkontribusi di dunia modern.
Berikut 10 tokoh ulama Indonesia yang telah menginspirasi jutaan Muslim dan patut dijadikan teladan oleh mahasiswa kampus Islam seperti STAI Daqura.
1. KH. Hasyim Asy’ari – Pendiri Nahdlatul Ulama
Sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari dikenal sebagai ulama kharismatik yang gigih memperjuangkan pendidikan Islam dan nasionalisme.
Beliau menanamkan semangat cinta tanah air dengan slogan terkenal:
“Hubbul wathan minal iman – Cinta tanah air adalah bagian dari iman.”
Perjuangannya dalam membangun pesantren Tebuireng dan membina santri menjadi contoh nyata bahwa ilmu dan iman harus berjalan seiring.
2. KH. Ahmad Dahlan – Pelopor Modernisasi Pendidikan Islam
Pendiri Muhammadiyah ini dikenal sebagai ulama yang visioner.
Beliau memperkenalkan metode pendidikan modern yang menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum di sekolah-sekolah Islam.
Pemikiran KH. Ahmad Dahlan relevan hingga kini: pendidikan harus melahirkan generasi yang beriman, cerdas, dan peduli terhadap masyarakat.
3. Buya Hamka – Ulama, Sastrawan, dan Pemikir Besar
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka adalah sosok ulama serba bisa: penulis, orator, dan pemikir Islam yang mendalam.
Karya-karyanya seperti Tafsir Al-Azhar dan novel Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi warisan berharga yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Buya Hamka mengajarkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan kemajuan, asal dijalankan dengan akhlak dan kebijaksanaan.
4. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Ulama Humanis dan Presiden Rakyat
Gus Dur adalah contoh nyata ulama yang berani berpikir terbuka.
Sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia, beliau menunjukkan bahwa nilai Islam bisa berjalan berdampingan dengan demokrasi dan toleransi.
Gus Dur mengajarkan pentingnya kemanusiaan di atas segala perbedaan, sekaligus menanamkan semangat berpikir kritis di kalangan santri dan mahasiswa.
5. Habib Luthfi bin Yahya – Ulama Karismatik dan Penjaga Tradisi
Habib Luthfi dikenal luas sebagai ulama yang menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah dan cinta tanah air.
Ceramah-ceramahnya yang menyejukkan membuat beliau dihormati oleh berbagai kalangan.
Beliau mengajarkan bahwa menjadi Muslim sejati berarti menebarkan kedamaian dan kasih sayang, bukan perpecahan.
6. KH. Maimun Zubair – Sosok Wali yang Penuh Keteladanan
KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen dikenal sebagai ulama sepuh yang bijak dan rendah hati.
Kecintaannya pada ilmu dan kesederhanaannya membuat banyak generasi muda kagum.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahan,”
— pesan Mbah Moen yang selalu diingat para santrinya.
Teladan beliau mengingatkan bahwa akhlak adalah inti dari ilmu.
7. Ustadz Abdul Somad (UAS) – Dai Digital yang Cerdas dan Tegas
UAS adalah contoh ulama modern yang berhasil memanfaatkan media digital untuk berdakwah.
Ceramah-ceramahnya disukai anak muda karena bahasanya ringan, logis, dan disertai humor.
Beliau menunjukkan bahwa dakwah di era teknologi bisa efektif jika disampaikan dengan cara yang santun dan ilmiah.
8. KH. Quraish Shihab – Cendekiawan Tafsir yang Mencerahkan
Sebagai penulis Tafsir Al-Mishbah, KH. Quraish Shihab dikenal karena gaya dakwahnya yang penuh hikmah dan argumentatif.
Beliau mengajarkan Islam dengan pendekatan ilmiah, lembut, dan kontekstual.
Karya-karyanya menjadi pegangan bagi banyak mahasiswa dan dosen dalam memahami makna Al-Qur’an secara mendalam.
9. Habib Jafar bin Muhammad Al Kaff – Dai Muda yang Lucu tapi Bermakna
Habib Jafar menjadi fenomena di kalangan anak muda karena dakwahnya yang humoris namun sarat pesan moral.
Ia berhasil membuktikan bahwa dakwah tidak harus kaku, asal pesan tetap tersampaikan dengan kebenaran dan cinta.
Melalui media sosial, Habib Jafar menginspirasi generasi milenial untuk mengenal Islam dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
10. KH. Said Aqil Siradj – Penjaga Moderasi dan Persatuan Umat
Sebagai tokoh besar Nahdlatul Ulama, KH. Said Aqil menekankan pentingnya Islam wasathiyah (moderat) dalam kehidupan berbangsa.
Beliau sering mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan.
Pemikiran beliau sangat relevan untuk mahasiswa zaman sekarang: menjadi Muslim yang toleran, berpikir luas, dan berilmu tinggi.
Kesimpulan
Para ulama besar Indonesia bukan hanya penjaga agama, tetapi juga pembentuk arah peradaban bangsa.
Dari KH. Hasyim Asy’ari hingga Habib Jafar, semuanya menunjukkan bahwa Islam dapat hadir dengan wajah yang damai, cerdas, dan membumi.
Mahasiswa STAI Daqura dapat meneladani semangat mereka — belajar dengan tekun, berdakwah dengan hikmah, dan berkontribusi bagi masyarakat dengan akhlak yang mulia.
Karena sejatinya, generasi muda hari ini adalah penerus perjuangan para ulama terdahulu.

Leave a Reply